#untukmu

12 posts
  • saisaidwhat 97w

    MAU

    Masih
    Ada
    Untukmu

    ©saisaidwhat

  • saisaidwhat 97w

    AKU

    Akan
    Kuberikan
    Untukmu

    ©saisaidwhat

  • diary_la 97w

    Selamat malam

    Untuk setiap raga dan jiwa yang letih berpura-pura
    Sudah cukup, sekarang istirahat ya:)


    @diary.la

  • dydrms 97w

    I IV IXX

    Aku rindu, ingin temu walau fana
    Menyapa tanpa kata, hanya senyum, sungguh merona.
    Aku bicara kau tertawa, tanpa suara.
    Aku merasa itu nyata, walau hanya mimpi semata

    Semua berlalu, tiada yang dulu
    Bayangmu pudar tergerus waktu
    Hanya mata, nama dan senyummu
    Terbingkai indah dalam ingatanku

    Kesembuhan yang membahagiakanmu
    Serta menjadi duka, karna ketiadaanmu
    Kamu yang pergi dengan persiapan
    Tetap saja jadi isakan, tuk yang ditinggalkan.
    ©dydrms

  • bukanpemilikhati 115w

    Rindu

    Sang rasa meronta
    Menuntut jumpa
    Kepada sang pujangga
    Ajari aku menenangkannya
    ©pemilikhati

  • hyvinkaunis 157w

    Rindu dan waktu

    Baru saja sebuah perpisahan terjadi
    Sebuah perpisahan yang bisa saja singkat.
    Hanya saja , bagaimana bisa menjadi singkat bisa rindu sudah terikat?
    Jauh sebelum kami berpisah.
    Berpisah selama 6 tahun, entahlah
    Orang bilang itu hanya masalah waktu. Dan orang bilang sehari pun serasa sewindu bila hati merindu.

    Teruntuk kamu
    Rindu ini sudah melintang
    Jauh sebelum jarak membentang.

    ©hyvinkaunis

  • adiptaapriyanto 168w

    Puisi untuknya

    ©adiptaapriyanto

  • neliapriliana 166w

    RINDU YANG TAK SEMPAT TERSAMPAIKAN

    Bagai ombak bergelombang di pantai
    Bagai daun tertiup angin
    Serasa hari begitu indah
    Serasa ingin bertemu
    Tapi...
    Apa mungkin?
    Apa mungkin? Itu terjadi
    Apa mungkin bisa bertemu☹️
    Serasa tidak ada kemungkinan
    Tidak ada harapan lagi untukku
    Rasa rindu semakin berasa
    Namun rasa itu tak terbalas
    Bagai rindu yang tak sempat tersampaikan

    #untukmuayah:')
    ©neliapriliana

  • sweet_reminiscence 170w

    Sekadar Untuk Kau Ingat

    Kau pernah terbangun dengan berjuta mimpi yang mengantri untuk kau rangkai. Kau juga pernah bertekad untuk mewujudkan semua mimpi itu.
    Lalu sejak saat itu kau mulai berjuang, berjuang, dan terus berjuang. Hingga akhirnya kemalasan datang menghampirimu dalam segelas susu putih. Segera kau teguk lagi dan lalu bergegas tidur.

    Sayangnya kau lalai. Kau terlalu bernego bersama waktu, tanpa ada satupun yang pasti. Hingga akhirnya, kau (kembali) terbangun dari mimpimu. Kau dapati dirimu berada tepat di depan pintu penyesalan. Mencakar-cakar emperan dengan tangisan. Kau, kini bukan apa-apa.

    ©sweet_reminiscence

  • sweet_reminiscence 171w

    Pada Jarak yang Tengah Menertawai Kami

    Aku kadang tertegun ketika masa lalu kembali mengetuk batinku.
    Hampir saja berurai air mata ketika mereka menampilkan potongan kisah kita yang dulu.
    Ah, aku lupa
    Kita tak pernah terjadi, bukan?

    Dan kali ini aku kembali terdiam,
    Pikiranku kosong-melompong.
    Aku tak punya kenangan 'tuk diingat lagi.
    Percuma, kan?

    Kau tahu, baru saja malam ini, aku berpikir 'tuk bertanya pada sang sunyi,
    "Mengapa manusia sangat senang bermain bersama jarak dan rindu?"
    Kuingat dulu kita berada pada dua kota yang berbeda.
    Namun aku tak mampu menemukan jarak yang terselip di sana.

    Sekarang, kudapati kita berada di kota yang sama.
    Namun nyatanya kau sejauh Neptunus pada sang surya.
    Kau selipkan jarak yang begitu luas, tanpa ada rindu yang menyertai.

    Dan sungguh mati aku membeku pada dinginnya kenangan yang kian membunuh.

    ©sweet_reminiscence

  • sweet_reminiscence 171w

    Dan

    Kuucapkan terima kasih atas senyuman yang kau berikan
    Kala torehan tinta hitam itu berhasil memaut hatimu.
    Harusnya aku baik-baik saja atas apa yang telah terjadi.
    Namun ternyata aku takkan (pernah) bisa baik-baik saja jika bungkam masih senang bergelayut manja padamu.

    Aku wanita bodoh yang kini merindukanmu. Kupikir kepergianmu takkan pernah bisa menyentuh hatiku.
    Namun dengan hanya berdiam diri di geladak, kau berhasil membuatku kalang kabut.

    Apa aku terlalu berlebihan?
    Kupikir dengan tujuh tahun mengenalku,
    Kau takkan pernah bisa menghapusku dari ingatanmu.
    Apa perlu aku ingatkan kisah gadis bodoh yang mau saja menemanimu berjalan tanpa alas kaki?

    Dan, ternyata aku telah kehilanganmu.
    Benar-benar kehilangan sosokmu.
    Bencimu menghalau segala kenangan yang hendak masuk menemuimu.
    Bungkam mu remukkan hati yang berpihak pada manisnya nostalgia.


    Aku ... hancur berkeping.

    ©sweet_reminiscence

  • sweet_reminiscence 178w

    Aku (Apapun) yang Kau Mau

    Dan aku masih berusaha menyelesaikan cerita itu,
    Mengukir akhir bahagia yang 'kan kau temukan pada halaman terakhir.
    Aku masih menulis untukmu,
    Kisah yang (takkan) mungkin kau bagi dengannya.

    Aku pilihanmu yang telah berbalik arah,
    Dan kau pengecualianku yang telah melangkah pergi.
    Namun jalanan itu,
    Ia masih saja sama seperti dulu.
    Membujur bersama halimun yang menutupi asa.

    Kita....
    Kurasa takkan pernah ada kita,
    Jika ego masih mendekap kita dengan erat.
    Bersikukuh menjadi orang asing,
    Yang mengubur dalam semua kenangan,
    Pada manisnya perpisahan yang (bahkan) tak pernah terucap. 

    Aku apapun yang kau mau, apapun yang kau minta, apapun yang kau inginkan.
    Namun bagimu aku adalah apapun yang takkan pernah terjadi di dunia ini, apapun yang kau harap takkan pernah kau temukan sebelumnya.
    Dan, sekali lagi bibir ini bersua,

    "Sebegitu dalamnya kah kau benci Aku?"

    ©sweet_reminiscence